web statistic

Jose Mourinho Dipecat Fenerbahce: Ambisi Liga Champions Berakhir Tragis

2 Menit Baca
Jose Mourinho resmi didepak Fenerbahce setelah gagal membawa klub Turki itu lolos ke fase grup Liga Champions 2025/2026. (Foto: @fenerbahce)

JAKARTA – Fenerbahce mengambil langkah mengejutkan dengan memutus kontrak Jose Mourinho pada Kamis (28/8/2025).

Keputusan ini diambil setelah klub asal Turki tersebut gagal menembus fase grup Liga Champions musim 2025/2026.

Kekalahan Fenerbahce dari Benfica pada babak play-off menjadi pemicu utama.

Bermain di Estádio da Luz, Portugal, tim asuhan Mourinho tak mampu membalikkan keadaan dan harus tersingkir dari kompetisi elite Eropa.

Kegagalan lolos Liga Champions langsung menurunkan kepercayaan manajemen terhadap Mourinho.

“Tim sepak bola profesional kami telah berpisah dengan Jose Mourinho,” tulis Fenerbahce lewat pernyataan resmi di akun X klub.

Kontrak Tinggi, Ekspektasi Besar

Mourinho resmi menangani Fenerbahce sejak Mei 2024 dengan kontrak berdurasi dua tahun.

Saat itu, eks pelatih Real Madrid, Chelsea, dan AS Roma ini datang dengan reputasi besar dan target ambisius: membawa Fenerbahce kembali bersinar di kancah Eropa.

Namun, tersingkirnya Fenerbahce dari Liga Champions dianggap sebagai kegagalan besar, terlebih klub sudah berinvestasi besar untuk mendongkrak prestasi.

Hubungan Retak dengan Manajemen

Media Turki mengungkapkan bahwa hubungan Mourinho dan jajaran direksi Fenerbahce memburuk sejak bursa transfer musim panas.

Sang pelatih kabarnya kecewa dengan minimnya aktivitas belanja pemain yang ia anggap tidak cukup kompetitif untuk bersaing di Eropa.

Sebelum laga leg kedua melawan Benfica, Mourinho bahkan sempat melontarkan kritik terbuka terhadap klub.

Komentar tersebut memicu ketegangan internal dan memperburuk komunikasi dengan manajemen.

Keputusan pemecatan pun akhirnya diambil, meski kontrak Mourinho seharusnya masih berlaku hingga 2026.

Masa Depan Mourinho

Dengan pemecatan ini, Jose Mourinho kini berstatus tanpa klub.

Belum ada kepastian mengenai ke mana langkah berikutnya akan berlabuh.

Pada usia 62 tahun, sosok berjuluk “The Special One” itu masih diyakini memiliki daya tarik bagi klub-klub besar yang membutuhkan pelatih berpengalaman.***

Share This Article