JAKARTA – Tottenham Hotspur akhirnya menuntaskan transfer besar dengan mendatangkan Xavi Simons dari RB Leipzig.
Gelandang serang berusia 21 tahun itu ditebus dengan mahar 60 juta euro dan menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, plus opsi perpanjangan dua musim bersama klub asal London Utara tersebut.
Kehadiran Xavi Simons menjadi bagian penting dari perombakan lini serang Spurs.
Sebelumnya, mereka sudah mengamankan jasa Mohammed Kudus dan Mathys Tel untuk memperkuat daya gedor, sementara Joao Palhinha turut direkrut dengan status pinjaman guna memperkokoh lini tengah.
Keputusan Leipzig melepas Simons terbilang mengejutkan. Padahal, pemain muda asal Belanda itu baru diboyong dari Paris Saint-Germain pada Januari dengan nilai 50 juta euro.
Namun, kegagalan Leipzig finis lebih baik dari posisi ketujuh Bundesliga musim 2024/2025—peringkat terburuk klub sejak promosi ke kasta tertinggi pada 2016—membuat sejumlah nama termasuk Simons masuk daftar jual.
Selain faktor performa tim, ketidakpastian posisi bermain turut memengaruhi karier Simons di Leipzig.
Ia kerap dimainkan sebagai gelandang serang dengan peran hybrid yang bisa bergeser ke sayap maupun second striker.
Situasi ini sempat menimbulkan keraguan klub-klub elite Eropa untuk menggelontorkan dana besar.
Namun, Tottenham justru melihat peluang emas. Mereka berani mengambil risiko demi mengamankan salah satu talenta muda paling potensial di Eropa.
Rekam jejak Simons di akademi La Masia Barcelona, keberhasilannya mencuri perhatian bersama PSV Eindhoven saat dipinjamkan dari PSG, serta kontribusi produktif dalam mencetak gol dan assist membuatnya tetap dianggap prospek istimewa.
Langkah cepat ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak tim asuhan Thomas Frank.
Kehilangan James Maddison akibat cedera ACL membuat Spurs harus segera mencari pengganti kreatif di lini tengah, terlebih setelah target transfer seperti Eberechi Eze dan Morgan Gibbs-White gagal didapatkan.
Dengan kedatangan Xavi Simons, Tottenham diyakini akan memiliki kedalaman skuad lebih mumpuni untuk bersaing di Premier League dan kompetisi Eropa musim depan.***