JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Laporan peristiwa yang berhasil dihimpun sejak Kamis (5/2) hingga Jumat (6/2), pukul 07.00 WIB didominasi oleh kejadian bencana yang dipicu oleh cuaca ekstrem maupun bencana hidrometeorologi basah.
Mulai di Provinsi Jawa Timur, hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Kediri, Mojokerto dan Jombang pada Rabu (4/2). Sebanyak 10 unit rumah rusak ringan dan 1 unit fasilitas pendidikan terdampak di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. BPBD Kabupaten Kediri melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut bersama perangkat daerah setempat.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, tercatat 1 orang mengalami luka ringan, 2 unit rumah rusak berat, 17 unit rumah rusak ringan serta satu akses jalan terdampak. BPBD Kabupaten Jombang mendistribusikan bantuan logistik dan membersihkan material rumah rusak bersama warga setempat.
Sedangkan di Kabupaten Mojokerto, hujan ringan disertai angin kencang melanda Kecamatan Sooko, Trowulan dan Puri yang menyebabkan 8 unit rumah rusak ringan serta pohon tumbang menutup akses jalan dan kini telah dibersihkan oleh BPBD Kabupaten Mojokerto.
Masih di Jawa Timur, hujan lebat memicu luapan Sungai Gandong sehingga menyebabkan banjir merendam Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Rabu(4/2). Kejadian ini mengakibatkan 350 unit rumah tergenang banjir. Tercatat 4 unit fasilitas ibadah, 1 unit fasilitas kesehatan serta 10 hektare sawah terdampak. Saat ini banjir telah surut dan aktivitas masyarakat berangsur normal.
Beralih ke Provinsi Jawa Tengah, hujan intensitas tinggi menyebabkan banjir di Kota Tegal yang berdampak pada 6.957 jiwa di tiga kecamatan, Rabu (4/2). Adapun kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Margadana, Tegal Barat dan Tegal Timur. Dilaporkan 5 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke tempat kerabat terdekat. BPBD Kota Tegal mencatat sebanyak 2.381 unit rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan terdampak kejadian ini. Hingga Kamis (5/2) pukul 12.30 WIB, banjir masih menggenang di sejumlah lokasi kejadian.
Selain itu, hujan lebat memicu sungai dan saluran irigasi meluap sehingga mengakibatkan banjir pada enam kecamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah pada Kamis (5/2) dengan tinggi muka air mencapai 80 sentimeter. Tercatat sebanyak 8.364 unit rumah terdampak dan 90 jiwa mengungsi di tempat ibadah terdekat. BPBD Kabupaten Pemalang mengerahkan perahu karet untuk evakuasi dan menyalurkan bantuan logistik. Dilaporkan banjir di sebagian wilayah terdampak mulai surut.
Di Provinsi Sumatera Selatan, hujan lebat memicu luapan sungai yang menyebabkan banjir melanda Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu pada Kamis (5/2). Dilaporkan sebanyak 40 unit rumah terendam banjir. Saat ini banjir telah surut dan BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu bersama warga melakukan pembersihan rumah dengan pendampingan tim gabungan.
Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan banjir di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (5/2). Dilaporkan 1 orang ditemukan meninggal dunia oleh tim gabungan. Hingga saat ini proses penanganan dan pendataan dampak kerusakan masih berlangsung.
Kejadian tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (5/2). Kejadian ini dipicu hujan lebat yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan mengikis area belakang rumah warga sehingga terjadi amblas dan mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.
BPBD Kabupaten Bandung melaporkan 1 unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah terdampak di dua kecamatan. BPBD mengimbau warga terdampak untuk evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada periode 6 sampai 8 Februari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia didominasi hujan lebat disertai angin kencang.
Menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Bagi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan perbukitan dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan lebat lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang.
Pemerintah daerah dapat melakukan pemeriksaan kondisi tanggul dan daerah aliran sungai maupun memangkas material pohon rimbun serta mempersiapkan rencana kedaruratan melalui penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas, penyiapan jalur dan lokasi evakuasi serta peningkatan koordinasi lintas sektor guna meminimalkan risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.