web statistic

Papua Tengah Catat Sejarah, 100 Persen Desa Resmi Miliki Kopdes Merah Putih

2 Menit Baca
Menteri Koperasi RI Budi Arie Setiadi memberikan keterangan terkait pencapaian pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Papua Tengah, 12 Agustus 2025. (Foto: Kemenkop)

JAKARTA – Papua Tengah mencatat tonggak sejarah baru dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, mengumumkan bahwa seluruh desa dan kelurahan di provinsi tersebut, termasuk 81 desa/kelurahan di Kabupaten Nabire, telah 100 persen memiliki Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDMP).

Capaian ini menjadikan Papua Tengah sebagai provinsi pertama di wilayah Papua yang tuntas membentuk koperasi di setiap wilayah administratifnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemprov Papua Tengah atas prestasi sebagai provinsi pertama di wilayah Papua yang membentuk 100 persen KDMP di seluruh desa dan kelurahan,” ujar Budi Arie dalam keterangannya, Selasa (12/8/2025).

Menurut Budi, KDMP bukan hanya sarana penggerak ekonomi, tetapi juga pondasi penting dalam mewujudkan kemandirian desa.

Ia menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat, diharapkan koperasi ini mampu mendorong pemerataan ekonomi hingga ke pelosok desa,” ujarnya.

Budi optimistis, kiprah KDMP di Papua bisa menjadi inspirasi nasional bahwa kemandirian ekonomi dapat dibangun mulai dari desa, berlandaskan semangat persatuan dan kebersamaan.

Senada dengan itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Yandri Susanto menegaskan komitmen membangun ekonomi dari desa untuk memperkuat pemerataan pembangunan.

“Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan membangun kampung di Papua sejatinya kami membangun Indonesia,” tegas Yandri.

Yandri juga memaparkan, dana desa yang digelontorkan untuk Papua mencapai hampir Rp6,5 triliun setiap tahun.

Khusus untuk Papua Tengah, tahun ini alokasinya mencapai Rp1,089 triliun, naik Rp50 miliar dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan anggaran ini diharapkan semakin memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.***

Share This Article