web statistic

Drama Lookman di Atalanta: Inter Angkat Tangan, Sanksi Menanti, Masa Depan Abu-Abu

3 Menit Baca
Lookman kembali ke Zingonia usai batal ke Inter, Atalanta siapkan sanksi disiplin. (Foto: Gazzetta)

JAKARTA – Ademola Lookman resmi kembali ke pusat latihan Atalanta di Zingonia.

Namun, kepulangan penyerang asal Nigeria itu justru menegaskan satu hal: pintu menuju Inter Milan kini benar-benar tertutup.

Manajemen Nerazzurri melalui Giuseppe Marotta dan Piero Ausilio telah menyampaikan kepada keluarga Percassi bahwa mereka tak lagi melanjutkan perburuan Lookman.

Atalanta pun mengambil langkah disipliner terhadap pemainnya yang sempat bersikap kontroversial.

Seperti dikutip Laporan8 dari Gazzetta, kabar terbaru transfer Serie A ini memperlihatkan jalan yang berbeda bagi Lookman.

Jika tetap bertahan di Italia dengan jersey biru-hitam, maka itu hanya akan bersama Atalanta, bukan Inter.

Tawaran senilai 45 juta euro yang diajukan Inter, termasuk bonus, gagal meluluhkan sikap tegas klub asal Bergamo.

Sementara itu, bagi Inter, waktu menjadi faktor penentu. Klub Milano itu tak ingin berlarut dalam negosiasi panjang sebagaimana kasus Koopmeiners dengan Juventus musim lalu.

Keputusan Inter mengakhiri pengejaran Lookman juga dipengaruhi oleh arah pembangunan tim di bawah asuhan pelatih Cristian Chivu.

Manajemen menilai sektor depan sudah cukup kompetitif dengan kehadiran Lautaro Martínez, Marcus Thuram, hingga adaptasi cepat duet muda Pio Esposito dan Bonny.

Karena itu, Inter kini lebih memprioritaskan lini tengah dengan bidikan pada pemain muda seperti Manu Koné, alih-alih mengeluarkan dana besar untuk Lookman yang berusia 28 tahun dan minim nilai jual ulang.

Sementara itu, Atalanta menunjukkan ketegasan. Klub tidak pernah benar-benar menempatkan Lookman di daftar jual.

CEO Luca Percassi bahkan menegaskan pada awal Agustus lalu: “Kesepakatan dengan pemain adalah dia hanya akan dijual ke klub top Eropa dan tidak akan bermain untuk klub Italia lain.”

Situasi semakin rumit setelah penjualan Mateo Retegui yang tak terduga, membuat pertimbangan Atalanta untuk melepas Lookman kian kecil.

Sayangnya, perilaku Lookman beberapa pekan terakhir justru memicu ketegangan.

Ia sempat menghilang tanpa kabar, tak hadir di latihan, dan tidak memberikan dokumen medis sebagai alasan.

Bahkan, ia menghapus jejak kebersamaan dengan Atalanta di media sosial sembari menyuarakan keinginan untuk dijual.

Meski klub memilih tidak memanaskan situasi di publik, manajemen tetap menyiapkan sanksi.

Denda hingga pemotongan gaji menjadi opsi yang akan diterapkan kepada Lookman atas absensi tanpa izin.

Kini, masa depan Lookman bersama La Dea masih menjadi tanda tanya besar.

Apakah ia akan kembali menyatu dengan proyek Atalanta atau justru bersiap menghadapi jalan keluar lain di Eropa?

Waktu dan keputusan manajemen klub Bergamo akan menjadi penentunya.***

Share This Article