web statistic

Benarkah Pil KB Bisa Picu Serangan Asma? Ini Temuan Terbarunya

2 Menit Baca
Riset terbaru ungkap pil KB jenis tertentu di AS berpotensi meningkatkan risiko asma pada perempuan muda hingga 39 persen. (Ilustrasi: Pixabay/jarmoluk)

JAKARTA – Penggunaan pil kontrasepsi atau pil KB di Amerika Serikat, yang diperkirakan dikonsumsi hampir 9 juta perempuan termasuk satu dari lima perempuan muda, kini dikaitkan dengan risiko kesehatan serius, khususnya pada sistem pernapasan.

Laporan Medical Daily mengungkapkan, pil KB hormonal yang menjadi metode kontrasepsi utama banyak perempuan ternyata dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan asma, terutama pada kelompok usia muda.

Temuan ini menjadi perhatian karena asma termasuk penyakit yang umum menyerang perempuan, dengan tingkat kematian dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan pria.

“Asma umum terjadi pada wanita, dan sayangnya, wanita dua kali lebih mungkin meninggal akibat asma dibandingkan pria.”

“Untuk membantu mencegah kematian ini, kita perlu memahami lebih baik mengapa wanita berisiko lebih tinggi,” kata peneliti ERJ Open Research, Dr. Chloe Bloom.

Penelitian skala besar yang dilakukan di Inggris terhadap 262.000 perempuan berusia 18–50 tahun dengan riwayat asma menelusuri dampak penggunaan berbagai jenis kontrasepsi terhadap kesehatan pernapasan.

Data medis dianalisis selama 16 tahun, mulai 2004 hingga 2020, untuk membandingkan kondisi pasien yang tidak pernah memakai kontrasepsi hormonal dengan mereka yang mulai menggunakannya.

Hasilnya, perempuan di bawah 35 tahun yang rutin mengonsumsi pil progesteron tercatat memiliki risiko 39 persen lebih tinggi mengalami serangan asma dibandingkan yang tidak menggunakannya.

Sementara itu, pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progestin tidak menunjukkan peningkatan risiko serupa.

“Asma umum terjadi pada perempuan usia subur, dan banyak di antaranya mengonsumsi pil KB. Studi ini membantu perempuan dan tenaga kesehatan profesional membuat keputusan yang lebih tepat tentang pil KB mana yang terbaik bagi mereka.”

“Temuan ini juga menambah teka-teki mengapa perempuan lebih mungkin mengalami asma berat dibandingkan laki-laki,” tambah Bloom.

Profesor Madya Kedokteran Pernapasan di Rumah Sakit Universitas Karolinska Stockholm, Apostolos Bossios, menyebut temuan ini sebagai langkah penting untuk memahami kerentanan perempuan terhadap asma.

Ia merekomendasikan agar perempuan yang sedang atau akan menggunakan pil KB mendiskusikan gejala asma serta pilihan kontrasepsi yang paling aman bersama dokter.***

Share This Article